Berawal dari pergumulan sederhana pada media jejaring sosial WhatsApp antar penyair, dalam grup LITERASI SASTRA yang belum berumur genap satu tahun (pertengahan th. 2017) “nawaitu” itu dimulai, pertemuan banyak tempurung otak itu perlahan tapi pasti bergerak sporadis pada pengejawantahan visi akademik mereka sebagai lembaga pencetak da’i da’iah yang mumpuni yang reformatif, tidak dikerangkeng oleh penafsiran tekstual tentang dakwah yang baku. Bagi mereka, berdakwah melalui puisi adalah reformulasi konstruktif konsep dakwah yang selama ini mapan dipahami oleh kebanyakan.